Dikecam Publik, Aris Wahyudi Sebut Situs Nikahsirri.com Yang Diusungnya Beda Dengan Pelesiran

Dikecam Publik Aris Wahyudi Sebut Situs Nikahsirri.com Yang Diusungnya Beda Dengan Pelesiran

Artispsk – Saat ini Pihak Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah berhasil dalam meringkus Aris Wahyudi (59tahun) yang merupakan salah satu pendiri dari Partai Ponsel yang juga menyedia layanan nikah siri secara online melalui salah satu situs nikahsirri.com. Sewaktu penangkapan Aris diciduk di kediamannya yang ada di Jatiasih Bekasi, pada Minggu dini hari.

Sehari sebelum dirinya ditangkap atau 23 September 2017, pihak awak media wartawan sempat mewawancarai pria asal Cilacap, Jawa Tengah tersebut. Ternyata selain berperan sebagai pengelolah situs nikahsirri.com, Aris juga dikenal sebagai bos Uberjek, yang mana kini beroperasi di tiga wilayah yakni Karawang, Magelang dan juga Bengkulu.

Ketika dimintai keterangan, Aris tetap bersikukuh bahwa program nikah siri yang dirinya usung sangat jauh berbeda dengan pelesiran. Sistem pelesiran pada umumnya yang diberikan oleh pria ditentukan oleh muncikari dan juga perempuan yang dipilih pun dipaksa harus melayani, ungkap Aris.

Namun pada situs yang dia gagas berbeda jauh. Kalau yang ini kan antara kedua belah pihak. Kalau mereka menolak, justru nantinya rating (peringkat) mereka yang ada di situs akan menjadi turun,” ungkap Aris ketika berbincang di kediamannya, pada Sabtu 23 September.

Menurut dirinya, nikahsirri.com hanyalah merupakan salah satu fasilitator bagi pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan. Tentunya akan ada dua kategori bagi pengguna akun ini, yaitu mitra (pihak yang akan dipilih) dan juga klien (pihak yang akan memilih pasangan).

Kategori dari mitra tidak selalu melekat pada kaum perempuan, tapi dapat juga laki-laki yang ingin mencari pasangan. Setiap klien yang diwajibkan minimal membeli satu koin mahar seharga Rp 100.000 melalui transfer rekening bank milik Aris. Klien kemudian tinggal menyerahkan bukti pembayaran lewat sosial media berupa WhatsApp ke nomor ponsel Aris.

Nantinya secara otomatis, klien akan memperoleh akun dan kata kunci untuk bisa mengakses ke situs tersebut. Koin mahar tersebut pun berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan serta diperjualbelikan.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut, Arus menolak bila dalam programnya tersebut, pihaknya telah mengambil keuntungan dalam bisnis nikah siri. Kemudian menurut dia, adalah suatu hal yang tidak wajar apabila pengelola akun berhak dalam memperoleh sekitar 10 sampai 20 persen dari nilai mahar yang diberikan klien kepada mitra (peserta nikah siri), karena telah mendirikan akun tersebut.

“Kalau klien nantinya memberikan koin mahar sebanyak 500 atau setara Rp 5 juta ke mitra, maka pihak kami akan mengambil 20 persen dari nilai mahar. Sementara untruk sisanya 80 persen diserahkan kepada pihak mitra,” ungkap dirinya.

Kemudian Aris juga meyakini, bila potongan biaya sebesar 20 persen itu tidak akan memberatkan pihak mitra yang berstatus sebagai peserta lelang. Hal itu karena, potongan 20 persen dari tiap mahar para mitra nantinya akan digunakan untuk biaya keperluan operasional admin.

Sejak situsnya mulai bergerilya pada 19 September 2017. Aris pun sempat mengaku, mendapat tanggapan hingga ratusan orang melalui e-mail yang dikirimkan kepadanya. Bagi mereka yang mengirim e-mail ada yang ingin menjadi mitra (peserta lelang) dan klien pemilih lelang.

“Untuk saat ini saya masih belum menghitung, tapi kira-kira sudah ada ratusan e-mail yang masuk,” ucap Aris.

Kemudian dirinya mengaku, sempat tidak merasa percaya bahwa situs yang baru dibuatnya itu bakal mendapat animo yang baik dikalangan masyarakat. Awalnya posisinya hanya berencana untuk membantu masyarakat yang miskin karena tidak memiliki uang untuk mengadakan pernikahan secara sah di mata agama. Namun kini dirinya merasa mengaku kecewa karena situs yang dibuatnya kini malah dikecam, bahkan harus ditutup.

 

Agen Judi Online