Terbongkar Pejabat Langganan PSK Artis

Artispsk.com – Sesudah satu per satu inisial artis PSK tersingkap ke umum, saat ini giliran tanda-tanda petinggi sebagai berlangganan dari usaha haram itu dibongkar.Hal semacam itu dibeberkan dalam sidang kelanjutan masalah prostitusi on-line kelompok artis yang melibatkan terdakwa Robbie Abbas dengan kata lain RA di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (22/9).

Menurut kuasa hukum RA, Pieter Ell, clientnya itu pernah mengungkap kalau pria yang sering ‘mem-booking’ beberapa artis PSK banyak yang datang dari kelompok politikus serta petinggi.
Umumnya, lanjut Pieter, beberapa artis punya RA bakal melayani tamunya di Hotel bintang lima SP di lokasi Jakarta Pusat. “Yang terang anggota parlemen mungkin kabupaten, kota, atau pusat. Hotel bukanlah Mulia, hotel SP di daerah Thamrin. Bila makan siang kan tidak butuh jauh-jauh, ” ungkap Pieter di PN Jakarta Selatan, tempo hari. Waktu di tanya beberapa mass media tentang jati diri serta datang dari partai mana politisi itu, Pieter malas menjawab dengan cara gamblang. “Partai pohon pisang, Partai pohon kelapa, ” kata Pieter berkelakar.

Akan tetapi, Pieter memberi sedikit bocoran tentang tanda-tanda fisik dari politisi itu. “Ciri-cirinya tinggi, putih, gede. Itu dia. Serta tentunya lelaki, inisial kelak belumlah. Tunggulah kontrol didalam, ” tuturnya. Dari beberapa nama client RA, menurut Pieter, banyak yang datang dari kelompok entrepreneur serta politik. Perbandingannya belum bisa di pastikan. “Prosentase belum dihitung. Pokoknya mereka yang miliki uang, ” ucap Pieter.

Beberapa client ini dimaksud Pieter tidak senantiasa memakai layanan RA waktu lakukan prostitusi dengan artis terkenal. Kadang-kadang client menghubungi segera artis sebagai ‘anak didik’ RA. “Klien single fighter, jadi tidak selama-lamanya melalui Robbie, ” papar Pieter. Terlebih dulu, RA berjanji membongkar jati diri beberapa pelanggannya yang datang dari kelompok petinggi ataupun politikus di persidangan dengan agenda kontrol info terdakwa.

Namun, Pieter Ell malas memberi inisial politisi sebagai pelanggan mucikari RA. “Soal pelanggan, Obie bakal berikan tahu siapapun pelanggannya. Tak tahu itu dari kelompok petinggi atau mungkin politikus. Itu waktu kontrol Obie sebagai terdakwa kelak, ” tutur Pieter. Menurut dia, Selasa (22/9) tempo hari adalah sidang kelanjutan yang mengagendakan dengarkan pernyataan tiga orang saksi dari kelompok artis, yaitu AA, TM, serta SB. Sebab, tiga artis saksi itu yang ikut serta dalam masalah ini.

Ketiganya jadi saksi serta mesti ada dalam persidangan RA. Terlebih AA, majelis hakim memerintahkan untuk ada pada 1 Oktober 2015 yang akan datang.
“Pertimbangannya AA dahulu, lantaran AA yaitu korban perdagangan manusia dalam dakwaan. Lantaran telah tiga kali di panggil tak datang, ” jelas Pieter.
Pieter mengharapkan terkecuali AA yang disangka Amel Alvi, dua artis yang lain yang disebut-sebut dalam Berita Acara Kontrol (BAP) RA di sidang terlebih dulu, yaitu Tyas Mirasih (TM) serta Shinta Bachir (SB) juga ada untuk jadi saksi.

Tetapi untuk sesaat majelis hakim mengutamakan info dari AA. “Yang saat ini, untuk 1 Oktober AA saja. Kemudian kelak baru ada dua saksi yang lain, ” tuturnya.
Majelis hakim juga keluarkan ketentuan, artis AA harus datang pada 1 Oktober. “Majelis hakim telah keluarkan ketentuan, No. 834 pada 22 September 2015. Spesial untuk saksi AA, mesti dibawa ke persidangan pada 1 Oktober. Dengan berat hati, majelis hakim mesti mengambil keputusan AA mesti dibawa untuk bersaksi, ” terang Pieter.

Majelis hakim bahkan juga memerintahkan JPU untuk memanggil paksa AA pada sidang setelah itu untuk mencari titik jelas masalah prostitusi on-line dengan korban artis Ibukota.
“Ini perintah, jadi harus datang. Penetapan, jadi mesti dikerjakan. Penetapan ini dapat disebut pemanggilan paksa. Include, sama berarti, ” kata Pieter.
Sedang, bila pada waktunya SB serta TM tak ada juga, nasib mereka juga sama juga dengan AA, bakal ada pemanggilan paksa. Oleh karena itu, Pieter Ell mengharapkan beberapa saksi dapat melakukan tindakan kooperatif.

“Jika yang dua tak datang, bakal ada pemanggilan paksa juga. Sidang kesempatan ini tak ada saksi, maka dari itu cepat. Karenanya hakim memerintahkan JPU untuk membawa saksi (AA), ” tutur Pieter. Disamping itu, berkaitan ketidakhadiran SB serta saksi-saksi yang lain, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Chandra Saptaji menyampaikan, JPU telah berupaya optimal memanggil mereka walau tak dapat ada dengan beragam argumen.

“TM, AA, serta SB ketiganya tak ada. Yang satu (SB) melahirkan. Satu lagi sakit. Satu lagi tidak ada berita. Itu konfirmasi lewat lawyer-nya, ” katanya, Selasa (22/9).
Keterlibatan SB diperkuat dengan Berita Acara Kontrol (BAP) dimana namanya tercatat turut jadi sisi dari usaha yang digerakkan mucikari RA. SB dituding turut diperkenalkan ke client atau pelanggan, sesuai sama info AA di BAP.

Info dalam BAP itu sekalian menjawab teka-teki yang sering dilontarkan Pieter Ell sebagai kuasa hukum mucikari RA. Pieter berkali-kali kerap menyebutkan inisial artis TM serta SB.
Meski demikian, SB sendiri menyanggah dengan tegas dianya ikut serta prostitusi artis yang melibatkan mucikari RA. Sesaat TM tak pernah ingin berkomentar tiap-tiap di tanya masalah masalah prostitusi artis.

Kuasa Hukum RA Sering Di ajak ‘Damai’
Kuasa hukum RA, Pieter Ell, mengakui kerap terima pesan singkat atau SMS dari orang tidak di kenal (OTK) berkaitan perkara yang membelit clientnya.
“Tolong keadaankan client anda, bila iya (ingin dikondisikan-red) disediakan logistik Rp 100 juta, ” papar Pieter sambil membacakan SMS itu pada wartawan di PN Jakarta Selatan, Selasa (22/9).
SMS itu, lanjut Pieter, adalah ajakan damai oleh beberapa orang yang disangka ikut serta dalam masalah itu. Walaupun dia tak tahu siapa pengirim SMS itu, tetapi Pieter memohon mereka tidak untuk mengulanginya.

Akibat ada SMS itu, Pieter juga tidak sangat mempersoalkannya. Tetapi, kata Pieter, dianya telah menyebutkan SMS itu dalam surat dakwaan serta memasrahkannya pada Majelis Hakim PN Jakarta Selatan untuk mengambil keputusan. “Sudah masuk dakwaan, itu ajakan damai, ya berulang-kali lah, ” tandasnya.
Selanjutnya, Pieter optimis clientnya bakal dihukum enteng oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pieter beralasan dari sebagian sidang yang telah di gelar, tampak dalam info RA bertindak dengan cara pasif dalam masalah prostitusi di kelompok artis serta jenis yang demikian menghebohkan orang-orang itu.

“Hadir atau tak dalam sidang, saya optimis RA dihukum enteng lantaran dia itu kan pasif saja. Nah gagasannya (jadi PSK on-line) kan dari artis-artis itu, ” tuturnya.
Pieter menjelaskan, RA tidak mungkin saja menolong beberapa artis untuk mencari ‘pelanggan’ bila mereka tak memohon pertolongan. “Para artis yang cantik-cantik itu kan yang minta, jadi bila mereka perlu ya dicarikan. Artis bila perlu katakan (pada RA) ‘Beb, lagi tidak syuting nih, tolong cariin dong’, ” terangnya sembari mengikuti pernyataan RA.
Diluar itu, Pieter menyampaikan RA pernah mengakui sakit sepanjang di penjara. Tetapi dia meyakinkan clientnya itu bakal berupaya semaksimal mungkin saja ada dipersidangan supaya masalah yang membelitnya cepat usai.

“Tadi saya bertanya keadaannya, tidak mungkin saja dia dapat konsen bila lagi sakit. Jadi kita saksikan kelak di penuntutan serta pembelaan, bila tuntutannya berat ya kami kemukakan pembelaan kelak, ” tandas Pieter.

Agen Judi Online